News

Pengalaman-pengalaman dalam mengikuti event bergengsi tingkat internasional adalah salah satu kunci penting bagi mahasiswa untuk memenangkan persaingan di dunia kerja nantinya. Pengalaman tersebut didapatkan mahasiswa dengan bergabung dan berjuang bersama dalam sebuah tim. Garuda UNY Team (GUT), salah satu tim di bidang teknologi rekayasa milik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang berada di bawah naungan Unit Kegiatan MahasiswaRekayasa Teknologi (UKM Restek), dengan mobil unggulannya Formula Garuda 16 (FG 16) kembali terbang ke negeri Sakura untuk mengikuti kompetisi balap mobil Student Formula Japan (SFJ) 2016 yang digelar di Ecopa Stadium, Shizuoka, Jepang. Student Formula Japan merupakan kompetisi desain kendaraan formula oleh mahasiswa dari seluruh dunia, baik program sarjana maupun program pascasarjana. Tujuan dari kompetisi ini adalah untuk memberikan pengalaman secara langsung kepada mahasiswa dalam hal teamwork, project management, dan implementasi dari ilmu yang didapatkan di bangku kuliah.

SFJ merupakan kompetisi mobil yang ketat, dimana hasil dari kompetisi ini dapat ditujukkan dari kerjasama tim dalam hal teamwork, project management, dan implementasi ilmu. Kerja teamwork harus bagus karena setiap tim terdiri dari berbagai divisi dengan anggota-anggota yang berasal dari program studi yang berbeda-beda, sehingga sinergi untuk menghasilkan kendaraan yang unggul dan kompetitif sangat penting. Project management tidak kalah penting karena untuk membangun sebuah kendaraan diperlukan waktu yang tidak singkat untuk persiapan, pembuatan, uji coba, evaluasi, dan pelaksaan di lokasi kompetisi. Perencanaan yang matang adalah kunci untuk menghasilkan kendaraan yang unggul pula. Implementasi berbagai disiplin ilmu adalah faktor penting lain untuk memenangkan kompetisi. Untuk menjadi unggulan terbaik, tentu ilmu yang dibutuhkan bukanlah ilmu sederhana namun ilmu lanjut yang membuat mahasiswa harus selalu belajar demi mencapai target yang telah dicanangkan. Ketiga hal tersebut akan tercermin mulai dari hari pertama perencanaan kendaraan sampai hari kompetisi dimulai.

Selama mengikuti kompetisi SFJ, GUT menghabiskan lima hari untuk mengikuti serangkaian kompetisi yang terdiri dari static event dan dynamic event. Di hari pertama, kompetisi yang harus diikuti adalah static event yang terdiri dari presentasi desain kendaraan, presentasi cost & manufacturing report (biaya dan pelaksanaan pembuatan kendaraan yang dikompetisikan), dan presentasi business logic plan (rencana pengembangan bisnis yang dapat dibuat untuk memproduksi kendaraan secara massal). Di hari kedua, tim menghadapi technical inspection yang dinilai secara langsung oleh tiga orang juri ahli dari industri. Inspeksi ini dilakukan pada kendaraan untuk mengetahui kesesuaiannya dengan regulasi. Apabila ada hal-hal yang harus dievaluasi, maka tim akan diberi waktu untuk memperbaiki evaluasi yang dimaksud. Evaluasi ini dilakukan pada hari itu juga dan juri akan kembali melakukan inspeksi untuk memastikan kendaraan lolos technical inspection. Apabila kendaraan tidak lolos technical inspection, maka kendaraan tidak boleh mengikuti dynamic event di hari selanjutnya. Hari ketiga adalah kompetisi dynamic event yang meliputi acceleration, skid-pad, auto-cross, sedangkan dihari kelima adalah endurance dan efficiency. Pada acceleration, kendaraan diuji kecepatannya pada jarak tempuh 75 meter dengan lintasan lurus dan kendaraan yang paling cepat akselerasinya akan menjadi pemenang. Pada skid-pad, kendaraan harus melintasi lintasan berbentuk angka delapan dengan tujuan untuk menguji kemampuan kendaraan dalam bermanuver. Kendaraan diberi kesempatan sebanyak 4 kali untuk menjalani skid-pad dengan dipilih hasil terbaik dari keempat kesempatan itu yang akan menjadi penentu nilai akhir. Pada auto-cross, kendaraan diuji kemampuannya dalam bermanuver hanya saja dengan lintasan yang lebih panjang dari skid-pad. Kendaraan diberi 4 kali kesempatan untuk melintasi lintasan berkelok-kelok sepanjang 800 meter dan kegagalan dalam bermanuver akan mengurangi nilai. Pada endurance dan efficiency, kendaraan harus melintasi lintasan auto-cross sebanyak 20 lap untuk menguji endurance dan efisiensinya. Bila kendaraan gagal melintas sebanyak 20 lap, maka kendaraan hanya akan dinilai sebanyak lap yang telah dilalui. Dari semua kompetisi yang dilalui, GUT mendapat peringkat 16 untuk acceleration, 26  untuk skid-pad, 24 untuk auto-cross,. Sedangkan untuk hasil static event-nya adalah Design event peringkat 53, cost & manufacturing event  peringkat 35 dan BLP Presentation peringkat 18. Dan secara keseluruhan GUT berada di peringkat 30 dari 106 peserta. Di akhir bulan Desember Formula SAE World Ranking telah dirilis dan GUT berada di ranking 187 dari 551 tim di seluruh dunia.

Hasil tersebut tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak yang telah mendukung GUT mulai dari persiapan di bulan Januari sampai Agustus sampai di hari-H kompetisi yaitu tanggal 6 – 10 September 2016. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai universitas yang menaungi GUT telah banyak memberikan bantuan dan dukungan baik material maupun non-material. Seperti contohnya memberikan fasilitas peralatan, tempat dan bengkel kerja, serta pembinaan dari enam dosen ahli. Bahkan rektor UNY, Prof. Dr. Rochmat Wahab, secara penuh sangat mendukung tim mobil Garuda UNY karena kegiatan-kegiatan tim tersebut merupakan bagian dari langkah UNY untuk menuju world class university. Teguh Arifin selaku team leader untuk kompetisi SFJ menerangkan, “Kompetisi SFJ sangat ketat dan juga memerlukan persiapan yang panjang. Persiapan tahun ini lebih mantap dan kendaraan lebih baik dari tahun sebelumnya. Tahun 2017 ini diharapkan tim bisa improvisasi kendaraan terutama dalam hal penurunan bobot kendaraan dari 220 menjadi 200kg dan meningkatkan kecepatan pada semua dynamic event. Selain itu, tim juga telah banyak belajar dari tim-tim lawan untuk mendapat tips dan trik untuk dapat menyelesaikan kompetisi,”. Sebelum berlaga di Jepang, GUT telah menyumbangkan penghargaan di International Student Car Competition di Korea Selatan pada tahun yang sama dengan mendapat gelar 1st electric acceleration, 1st maneuver electric dan hybrid, serta 1st endurance. (fb)

Leave a Reply