News

Usai menjalani kompetisi SEM Asia 2018 di Singapura, Senin (12/3) Garuda UNY Team berkunjung ke Innovation MAE Laboratory Nanyang Venture yang terletak di Nanyang Technologycal University (NTU). Kunjungan ini merupakan agenda rutin tim disela-sela kompetisi dan sekaligus merupakan kesempatan bagi tim untuk berbagi ilmu dengan Nanyang Venture Team. Dalam lawatan tersebut, tim disambut hangat oleh Prof. Ng Heong Wah selaku advisor tim mobil Nanyang Venture dan Dahuy sebagai manajer tim Nanyang Venture.

Nanyang Venture Team merupakan tim mobil yang juga menjadi sorotan oleh tim lain di Asia, salah satu karya mereka saat ini adalah Nanyang Venture 8 Urban Concept Hydrogen yang meraih posisi pertama pada kelas hidrogen yang meraih capaian 46.0 km/m3 pada ajang Shell Eco-marathon Asia 2018. Selain tampilan yang futuristik, kendaraan ini juga dibuat dengan cara 3D print yang kemudian dikenal dengan NTU Singapore 3D-Printed Car. Menurut Prof. Wah alat 3D printer ini sangat membantu pengerjaan kendaraan Nanyang Venture Team karena semuanya bisa dikerjakan dengan rapi, berkualitas, dan efisien waktu. “If you have a 3D printer, you can do a lot of things,” jelas Prof. Wah.

Selama pengerjaan kendaraan project Nanyang Venture, Dahuy selaku manajer tim mengaku timnya sangat terbantu dengan adanya fasilitas-fasilitas peralatan yang modern. Menurutnya pengerjaan yang dilakukan lebih berkualitas dan efisien waktu, salah satu peralatannya adalah adalah mesin 3D printer.

Dalam membangun mobil, mereka memahami tentang minor background pada mobil karena mereka mayoritas berasal dari jurusan mesin dan desain,.  Awal pembangunan mobil dimulai dari seringnya mahasiswa berkumpul dan sharing ide, lalu setelah ada kesimpulan mengenai gambaran mobil akan dibuat maka mereka mulai mendesain, setelah itu dosen hanya memberikan ide-ide/hal-hal yang lebih menarik untuk pengembangan mobil.

Butuh 4-6 bulan untuk membangun 1 mobil. Mereka fokus pada riset, bukan kompetisi sentris yang hanya ingin memenangkan gelar juara. Sama seperti Garuda, mereka mulai fokus pada autonomous vehicle karena menurut Prof. Wah mobil masa depan akan menerapkan sistem autopilot (tanpa pengemudi).

Autonomous is a big challenge for the future. We still do it for teaching. Yeah, at least students know about it,” jelas Prof. Wah. Selain ilmu dari Nanyang, Dr. Zainal Arifin, M.T. selaku pembina UKM Restek juga mengundang Prof. Wah beserta mahasiswa untuk datang ke Mechanical and Automotive Conference di Indonesia bulan Oktober mendatang. Prof. Wah senang dengan undangan tersebut dan akan segera mengecek jadwal agar bisa ikut. (amlz)

Leave a Reply