News

Pada hari kedua kompetisi Shell Eco-marathon Asia (SEMA) 2018, Kamis (8/3), Garuda UNY Team (GUT) berhasil menyelesaikan technical inspection (TI) dan menjadi tim urban yang pertama berhasil menyelesaikan 12 tahap TI.

Technical inspection merupakan pemeriksaan teknis untuk mencocokkan kesesuaian kendaraan dengan regulasi yang ditetapkan panitia. Apabila kendaraan gagal dalam TI maka kendaraan tidak dapat melakukan practice maupun raceRace sendiri adalah uji kendaraan saat di lapangan. TI dibuka selama 3 hari, mulai hari Rabu (7/3) sampai hari Jumat (9/3). Tak hanya TI, tim menyelesaikan safety inspection tanpa halangan apapun. Safety inspection merupakan pemeriksaan seluruh kelengkapan K3 di kendaraan UG-18.

Selain itu, pada tahun kedua ini GUT menjadi peserta TI yang berhasil menyelesaikan 12 tahapan TI dengan cepat. Tak sedikit peserta lain yang bertanya kepada tim mengenai trik-trik agar lolos TI. Kebanyakan tim gagal pada TI terakhir yaitu stage telemetri. Stage telemetri adalah salah satu tahap terakhir dalam TI. Di tahap ini setiap tim harus dapat memasang telemetri sesuai ketentuan panitia. Telemetri berfungsi sebagai alat pengidentifikasi kendaraan ketika hidup dan pengontrolan. Apabila konsumsi melebihi anjuran panitia maka panitia dapat meng-cut off engine.

Kesuksesan GUT pada saat TI sangat diapresiasi oleh Shell Indonesia. Bahkan, direktur utama Shell Indonesia datang ke paddock tim untuk memberikan apresiasi dan mengajak berfoto bersama. “Selamat kepada tim GUT yang lolos pertama TI untuk kategori urban. Terus berusaha dan jangan patah semangat, jadilah tim yang membanggakan instansi dan negara,” ucap perwakilan Shell Indonesia.

Tak lupa dengan target yang ingin dicapai untuk memperbaiki tahun lalu, tim selalu bersemangat dan pantang menyerah untuk menjalankan hari demi hari saat kompetisi. “Ini belum apa-apa, karena masih ada hari esok yang harus kita perjuangkan, target DWC (Drivers’ World Championship) harus tetap diingat agar kita selalu semangat menjalankan setiap sesi kompetisi. Untuk itu kami mohon doa dan dukungan untuk teman-teman semua agar kami dapat memberikan yang terbaik untuk Universitas Negeri Yogyakarta dan Indonesia,” jelas Ilham Nofi Yoga, selaku team manager.

Sore tadi, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd yang didampingi oleh Dr. Zainal Arifin, M.T selaku pembina UKM Rekayasa Teknologi (RESTEK) tiba di Singapura. Kedatangan beliau tak lain untuk melihat dan mendukung langsung GUT dalam berkompetisi di Shell Eco-marathon Asia (SEMA) 2018.

Garuda UNY Team mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Ikatan Keluarga Alumni Otomotif UNY (IKATO), Motul Indonesia, Garuda Indonesia, Indonesia Steel Tube Works (ISTW), Yamaha, Waroeng Sambal SS, Stadion Maguwoharjo, PT Citra Jogja Kreasi, IGUS, DS Solidworks, YUASA, FDR, dan Waroeng Sambal SS. Tim memohon doa restu supaya mendapatkan hasil yang terbaik. (amlz)

Leave a Reply