News

Rabu (6/9) merupakan hari kedua kompetisi Student Formula Japan (SFJ) 2017. Di hari tersebut, seluruh tim mendapat bagian 3 kali presentasi, yaitu presentasi Business Logic Plan, Design Report, dan Cost Report. Ketiga presentasi tersebut disampaikan dalam bahasa Inggris di hadapan juri profesional SFJ.

Presentasi BLP berisi penyampaian nilai ekonomi akan produk kendaraan formula yang telah dibuat. Presentasi berisi kelebihan produk, strategi pemasaran, biaya produksi dan harga jualnya. Keseluruhan perhitungan didasarkan pada prinsip ekonomi.

Presentasi selanjutnya yaitu presentasi Design Report. Pada sesi ini yang ditekankan adalah gambaran detail desain dan sistem-sistem di kendaraan. Selain itu, ditunjukkan pula improvisasi dan inovasi yang telah dilakukan pada kendaraan tahun ini. Presentasi yang terakhir yaitu Cost Report berupa penjelasan mengenai biaya-biaya yang dikeluarkan dalam pembuatan mobil. Pemaparan Cost Report didasarkan pada laporan Cost Report yang telah dikumpulkan sebulan sebelum kompetisi dimulai. Laporan tersebut sangat mendetail hingga ke biaya komponen terkecil dan uang lelah pekerja.

Ada yang menarik dari presentasi BLP, yaitu dua orang presenter Garuda UNY, Een Juliani dan Rizki Arumningtyas, mengenakan busana tradisional Indonesia yaitu kebaya selama presentasi. Een Juliani menuturkan, pemakaian kebaya dilakukan sebagai upaya untuk mengenalkan kebudayaan Indonesia.

“Pemakaian kebaya selalu dilakukan pada momen ini. Dua tahun sebelumnya presenter Garuda UNY juga mengenakan kebaya saat presentasi. Tujuannya tidak lain adalah untuk memberikan kesan berbeda di hadapan juri dan juga menjadi salah satu cara kami untuk menunjukkan kebanggaan sebagai warga negara Indonesia yang kaya budaya.” jelas Een.

Leave a Reply